Sejuknya Udara Pagi di Kota Islamabad



"Suasana pagi di kota Islamabad, Pakistan. Tampak dari kejauhan, Masjid Faisal yang menjadi ikon utama kota ini."

Pagi saat ini begitu indah. Setelah sekian hari mata ini tidak menikmati pemandangan yang asri dan segar. Sejak kuhabiskan malamku untuk begadang guna kejar target tugas kuliah yang tak kunjung usang, lalu pagi kujadikan waktu rebahan. Saat ini memang benar-benar berbeda. Pemandangan sejuk, hijauannya pohon, kicauan burung selalu riang gembira menyambut waktu pagi, tanda dari awalnya kehidupan, dan awal dari dinamika kegiatan orang-orang yang tinggal di bumi.

Pagi ini aku berada di rooftop asrama kampusku, pemandangan kota Islamabad terlihat jelas oleh mata. Kota ini sangat menawan, menyimpan beribu pesan bagi mereka yang yang menimba ilmu di kota ini. Kota yang dikelilingi dengan bukit margala yang tampah gagah dari kejauhan, menjadikan kota ini lebih indah dan sedap dipandang. Cahaya mentari pagi pun turut bahagia memberikan secercah sinarnya, karena Islamabad terkandung banyak mozaik dan peradaban Islam di dalamnya.

Nama Islamabad berasal dari bahasa Persia. Islam bermakna agama Islam yang dibawa oleh rasul utusan Allah, sedangkan abad artinya negara. Islamabad artinya negara Islam, adalah sebuah nama yang mencirikan khas penduduknya yang lebih dominan dengan budaya Islamnya. Hampir 90 persen penduduknya beragama Islam, ramah dan santun penduduknya, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, entah itu sesama mereka, ataupun orang asing yang tinggal di dalamnya, termasuk kami para penimba ilmu di salah satu kampus ternamanya.

Aku ingin mengenal kota ini lebib dalam, bukan hanya sekedar letak geografisnya namun sejarah yang terkandung di dalamnya. Suatu saat akan kutelusuri jejak-jejak perjuanganku di kota ini, dan akan kutuangkan dalam bentuk lembaran kertas dan pena, Agar bisa dibaca oleh generasi setelahnya.


Islamabad, 28 Juli 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, Dan Sistem Nilai (Resensi Buku Part 1)

In This Economy, Kelas Menengah Kebawah Gak Usah Sok-sok an Pergi Umroh!

Candu Game: Memusnahkan Waktu dan Menghilangkan Keberkahan Hidup