Postingan

In This Economy, Kelas Menengah Kebawah Gak Usah Sok-sok an Pergi Umroh!

Gambar
  foto ilustrasi dari aet.co.id Ibadah Umroh adalah Impian bagian banyak orang. Minimal masa tunggunya untuk bisa pergi ke Mekkah tidak butuh waktu lama seperti ibadah haji. Yang penting ada uang, langsung berangkat dengan pilihan agent travel masing-masing. Pada tahun 2025, tercatat bahwa jumlah Masyarakat Indonesia yang berangkat umroh tembus 648 ribu.  Untuk kalangan yang sudah mapan secara finansial (upper class), mengeluarkan biaya berangkat umroh mungkin masih tergolong ringan, apalagi mereka biasanya ambil paket umroh yang premium; umroh plus Turki, Umroh plus Dubai, Umroh plus Liburan ke Eropa, dll. Bagi kalangan Elit, menggocek kantong untuk umroh seperti menggocek kantong untuk beli seblak. Bagaimana dengan kalangan menengah ke bawah? Apakah mereka tidak boleh merasakan indahnya mencium hajar aswad? Menikmati ketenangan di pelataran masjid Nabawi sambil ngonten Tiktok seperti Selebgram-selebgram berduit lainnya? Umroh itu ibadah yang disunnahkan. Jadi tidak waji...

Degradasi Moral Spekulan dari Fenomena Krisis BBM di Jember

Gambar
  Di tengah krisis BBM di Jember pada 26 Juli lalu, ada segelintir spekulan yang berusaha mengambil kesempatan untuk melakukan manipulasi secara masif. Diantaranya melakukan penimbunan BBM, lalu menjualnya dengan harga yang tidak masuk akal, 30 ribu rupiah per liter. Akibat dari tindak kejahatan ini, antrian Panjang di beberapa SPBU tidak cepat mereda meskipun sudah diikhtiarkan adannya distribusi secara masif dari Pertamina wilayah Surabaya dan Malang. Tidak butuh waktu lama, para spekulan atau tengkulak manipulatif langsung diringkus oleh pihak berwajib, yaitu Polisi Polsek Bangsalsari. Para pelaku tertangkap basah saat memindahkan ratusan liter BBM dari tangki mobil dan sepeda motor ke jeriken. Selain merugikan negara, Spekulan sering memicu kelangkaan dan antrean SPBU di daerah Tapal Kuda ini. Fenomena manusia-manusia rakus di tengah krisisnya BBM ini menandakan bahwa Degradasi Moral masih menjamur di negeri pertiwi. Berusaha meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa pe...

Citayam Fashion Week (CFW): Kebebasan atau Keblabasan Berekspresi?

Gambar
Sumber foto: Ekonomi-bisnis.com      Akhir-akhir ini, Tanah Air Indonesia sedang dihebohkan dengan sebuah pertunjukan busana dari anak-anak muda SCBD (Sudirman, Citayam, Bojonggede dan Depok). Mereka membuat agenda yang menjadikan masyarakat Indonesia terbelalak dengan segala pernak-perniknya, yaitu Citayam Fashion Week (CFW). CFW ini merupakan aksi peragaan busana di zebra cross kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Agenda tersebut tidak hanya sekedar menjadi ajang peragaan di Jalan saja, namun didokumentasikan, diviralkan ke sosial media sehingga meledak menjadi gaya kekinian anak-anak muda yang cukup nyentrik. CFW berangkat dari ide anak anak muda jalanan yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan dengan baik. Pasalnya, sekelompok anak jalanan itu menghabiskan hari-harinya untuk nongkrong, pacaran, merokok, dan bersenda gurau di tepi jalanan ibu kota. Perilaku anak jalanan tersebut bahkan sempet menuai kritik dari aparat untuk tidak membuat keributan di m...

Kesalihan Ritual dan Sosial: Nilai-nilai Fundamental Dalam Dunia Pendidikan Di Era Post-Truth

Gambar
Pada Abad 21 ini kita melihat adanya pergesaran nilai dan prinsip hidup yang cukup signifikan. Hal itu ditandai dengan adanya realita masyarakat yang kurang interest dengan dunia pendidikan. Hal itu bisa terjadi karena adannya fenomena yang serba instan di era digital di mana masyarakat bisa mengakses apapun informasi yang terdapat di dalam dunia internet yang cukup masif dan mengglobal. Oleh karenanya mereka merasa cukup dengan informasi yang mereka dapat untuk meningkatkan daya minat (passion) demi karir yang didambakan. Karena dirasa cukup mengakses segala informasi atau knowdedge dari basis digital, sehingga muncul sebuah paradigma bahwa pendidikan formal sudah tidak memberikan dampak dan kemajuan yang signifkan untuk memajukan masyarakat, khususnya dalam menunjang karir yang didamba masyrakat. Karena basis pembelajarannya melalui dunia digital secara otodidak tanpa dibarengi dengan pengenalan pendidikan adab dan karakter akhirnya munculah generasi yang skeptis dan tidak memperd...

Majelis Tarjih Muhammadiyah: Sebuah Pemersatu Fatwa Di Tengah Ekslusifitas Pemikiran Keagamaan

Gambar
  Di tengah perbedaan fatwa dan hukum yang terjadi di masyarakat yang cenderung eksklusif dan konservatif, Majelis Tarjih Muhammadiyah berupaya untuk menjadi pemersatu fatwa dan hukum yang memberikan sebuah pencerahan dan maslahat terhadap berbagai ragam permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sejak dulu hingga kini, permasalahan hukum yang terjadi di masyarakat lebih dominan dalam masalah furuiyyah. Hal ini sudah menjamur di masyarakat sampai mengakibatkan perpecahan ukhuwwah dan persaudaraan antar sesama. Padahal jika disikapi dengan bijak serta melalui wawasan hukum agama yang komprehensif, masalah ini tidak akan pernah timbul, karena masing-masing akan bersikap toleran dan menghargai perbedaan yang ada tanpa keluar dari nash al-Qur’an dan As-Sunnah Nabawiyyah. Majelis Tarjih di Muhammadiyah atau yang sebelumnya bernama Majelis Tasyri’ didirikan pada tahun 1927 atas keputusan kongres Muhammadiyah ke-XVI tahun 1927 di Pekalongan atas usulan K.H. Mas Mansyur (1896-1946). Maje...

Muhammadiyah Dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, Dan Sistem Nilai (Resensi Buku Part 1)

Gambar
Buku ini ditulis oleh Dr. Nurhayati, dkk dan dicetak pada tahun 2018 oleh Truts Media Publishing, Yogyakarta. Merupakan Buku Cetakan Pertama yang berisikan 295 Halaman. Buku ini Pula disusun untuk memenuhi kebutuhan referensi Kemuhammadiyahan bagi dosen dan mahasiswa Muhammadiyah baik Strata (S1), Strata 2 (S2), maupun Strata 3 (S3) dalam mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), serta penting bagi para kader Muhammadiyah demi memperdalam pengetahuanya akan esensi persyarikatan Muhammadiyah. Di dalam buku ini terdapat tujuh Bab yang diawali dengan membahas latar belakang lahirnya persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian di Bab Kedua membahas terkait Muhammadiyah; antara Organisasi dan dogma. Lalu yang Bab ketiga dilanjut pembahasan mengenai ketarjihan dan pemahaman agama dalam Muhammadiyah. Selanjutnya di Bab Empat, dibahas mengenai revitalisasi ideologi Muhammadiyah. Yang lebih menarik, di bab kelima dibahas mengenai perkembangan Pemikiran Islam di Muhammadiyah. Selanjutnya di Bab ...

Antara Mimpi (Dream) dan Resesi Finansial Keluarga

Gambar
Clive Staples Lewis atau lebih dikenal dengan C.S Lewis seorang penulis asal Britania Raya pernah mengatakan, “You are never too old to set another goal or to dream a new dream” . Dari wise word di atas kita bisa menyimpulkan bahwa untuk bermimpi atau menetapkan sebuah tujuan kita tak perlu memandang usia. Siapapun diri kita, kita berhak untuk memiliki mimpi dan mewujudkanya, tanpa menunggu orang lain untuk merealisasikan mimpinya, it’s your right, dear. Di waktu silam, Ketika duduk dibangku SD, pasti kita pernah ditanya oleh Bapak dan Ibu Guru di kelas mengenai mimpi dan cita-cita. Seraya saat itu kita menjawab dengan serentak dan antusias; ingin menjadi dokter, pilot, polisi, tentara, dsbg. Dengan jawaban yang masih polos waktu itu, setidaknya kita pernah menancapkan mimpi-mimpi itu, meskipun ketika sudah masuk fase remaja, eskpektasi yang kita impikan tak sesuai realita, atau bahkan jauh dari prediksi kita sebelumnya. No need to worry , tidak perlu kecewa, karena bermimpi itu gratis...