Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Majelis Tarjih Muhammadiyah: Sebuah Pemersatu Fatwa Di Tengah Ekslusifitas Pemikiran Keagamaan

Gambar
  Di tengah perbedaan fatwa dan hukum yang terjadi di masyarakat yang cenderung eksklusif dan konservatif, Majelis Tarjih Muhammadiyah berupaya untuk menjadi pemersatu fatwa dan hukum yang memberikan sebuah pencerahan dan maslahat terhadap berbagai ragam permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sejak dulu hingga kini, permasalahan hukum yang terjadi di masyarakat lebih dominan dalam masalah furuiyyah. Hal ini sudah menjamur di masyarakat sampai mengakibatkan perpecahan ukhuwwah dan persaudaraan antar sesama. Padahal jika disikapi dengan bijak serta melalui wawasan hukum agama yang komprehensif, masalah ini tidak akan pernah timbul, karena masing-masing akan bersikap toleran dan menghargai perbedaan yang ada tanpa keluar dari nash al-Qur’an dan As-Sunnah Nabawiyyah. Majelis Tarjih di Muhammadiyah atau yang sebelumnya bernama Majelis Tasyri’ didirikan pada tahun 1927 atas keputusan kongres Muhammadiyah ke-XVI tahun 1927 di Pekalongan atas usulan K.H. Mas Mansyur (1896-1946). Maje...

Muhammadiyah Dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, Dan Sistem Nilai (Resensi Buku Part 1)

Gambar
Buku ini ditulis oleh Dr. Nurhayati, dkk dan dicetak pada tahun 2018 oleh Truts Media Publishing, Yogyakarta. Merupakan Buku Cetakan Pertama yang berisikan 295 Halaman. Buku ini Pula disusun untuk memenuhi kebutuhan referensi Kemuhammadiyahan bagi dosen dan mahasiswa Muhammadiyah baik Strata (S1), Strata 2 (S2), maupun Strata 3 (S3) dalam mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), serta penting bagi para kader Muhammadiyah demi memperdalam pengetahuanya akan esensi persyarikatan Muhammadiyah. Di dalam buku ini terdapat tujuh Bab yang diawali dengan membahas latar belakang lahirnya persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian di Bab Kedua membahas terkait Muhammadiyah; antara Organisasi dan dogma. Lalu yang Bab ketiga dilanjut pembahasan mengenai ketarjihan dan pemahaman agama dalam Muhammadiyah. Selanjutnya di Bab Empat, dibahas mengenai revitalisasi ideologi Muhammadiyah. Yang lebih menarik, di bab kelima dibahas mengenai perkembangan Pemikiran Islam di Muhammadiyah. Selanjutnya di Bab ...

Antara Mimpi (Dream) dan Resesi Finansial Keluarga

Gambar
Clive Staples Lewis atau lebih dikenal dengan C.S Lewis seorang penulis asal Britania Raya pernah mengatakan, “You are never too old to set another goal or to dream a new dream” . Dari wise word di atas kita bisa menyimpulkan bahwa untuk bermimpi atau menetapkan sebuah tujuan kita tak perlu memandang usia. Siapapun diri kita, kita berhak untuk memiliki mimpi dan mewujudkanya, tanpa menunggu orang lain untuk merealisasikan mimpinya, it’s your right, dear. Di waktu silam, Ketika duduk dibangku SD, pasti kita pernah ditanya oleh Bapak dan Ibu Guru di kelas mengenai mimpi dan cita-cita. Seraya saat itu kita menjawab dengan serentak dan antusias; ingin menjadi dokter, pilot, polisi, tentara, dsbg. Dengan jawaban yang masih polos waktu itu, setidaknya kita pernah menancapkan mimpi-mimpi itu, meskipun ketika sudah masuk fase remaja, eskpektasi yang kita impikan tak sesuai realita, atau bahkan jauh dari prediksi kita sebelumnya. No need to worry , tidak perlu kecewa, karena bermimpi itu gratis...

Problem Finansial dan Angka Kematian

Gambar
          Beberapa waktu yang lalu, saya menelpon orang tua di rumah untuk berkabar tentang keadaan saya selama mengenyam pendidikan di negeri orang. Moment ini saya lakukan 1 kali dalam seminggu, bahkan sudah menjadi kewajiban bagi saya sebagai anak semata wayang yang harus peka untuk saling berkabar sapa, rindu, nostalgia dengan orang tua. Di sela-sela obrolan, ada suatu kisah yang memilukan yang saya dengar dari Ibu saya, yaitu wafatnya tetangga saya (perempuan) akibat lambatnya penanganan secara medis. Menurut cerita Ibu, tetangga saya yang meninggal itu sudah lama mengidap penyakit jantung. Selain karena faktor usia yang sudah di atas kepala tujuh, penyakit jantung yang diderita almarhumah sudah memakan waktu hampir 1 tahun. Tapi yang sangat disayangkan kelurga dari almarhum (anak dan menantu) sangat lambat untuk memberikan solusi pengobatan kepada seorang dokter. Setelah dianalisis, lambatnya pengobatan disebabkan karena lemahnya finansial keluarg...

Damai Dengan Secangkir Chai

Gambar
       Budaya meminum Chai di Pakistan menjadi tren tersendiri bagi warganya dan warga asing yang tinggal di dalamnya. Pasalnya, kedai-kedai Chai di negara ini sudah menjamur dari satu tempat ke tempat yang lain, dari daerah pelosok hingga perkotaan. Dari mulai kedai kecil, sampai kafe-kafe menengah ke atas yang tidak kalah dipadati oleh para pejabat untuk meneguk secangkir Chai favoritnya. Karena rasanya ada yang kurang jikkalau belum meminum secangkir Chai sembari bercakap santai dengan kawan dan sanak saudara. Bagi mahasiswa rantau seperti saya, meminum Chai di negeri Bhaijan adalah suatu privilege tersendiri. Karena cita rasanya sangat cocok bagi lidah anak-anak Indonesia yang mengenyam pendidikan di negara ini. Mahasiswa Indonesia lebih dominan tinggal di Islamabad karena mayoritas dari mereka belajar di International Islamic University of Islambad (IIUI). Kampus ini punya kedai kopi yang bernama Royal CafĂ©. Kedai yang jualan Chai dan aneka makanan khas Pakis...

Mahasiswa Afghanistan dan Kuliah Daring

Gambar
Salah satu pemandangan kota Kabul, Afghanistan  Pandemi Covid19 masih belum berakhir, segala aktifitas diimplentasikan secara daring ( online) termasuk beberapa instintusi pendidikan di dunia. Hal ini dilakukan untuk mencegah serta memutus mata rantai penularan covid19. Bagi mereka yang terbiasa mengikuti pembelajaran secara luring ( offline ) pasti awalnya merasa shock dengan sistem pembelajaran yang baru ini ( online ). Pasalnya, dalam sistem pembelajaran ini terasa kurang lega kalau belum bisa tatap muka dengan pengajar (Ustadz), dan belum bisa mengajukan pertanyaan seperti di ruang kelas lalu. Saya selaku mahasiswa magister ( Currently ) di International Islamic University of Islamabad merasakan hal serupa. Tapi apapun keadannya semangat belajar tidak boleh kendor atau menurun karena alasan yang kita punya, justru ini adalah Big Challenges yang harus kita hadapi bersama. Pernah kapan hari ada salah satu temen saya curhat soal kelas online yang ada di kampus, dia termasuk sa...