Kekuatan Doa dari Sang Ibu




Dikisahkan, ada seorang anak yang sedang merantau jauh menimba Ilmu. Di sela-sela waktu kuliahnya, ia menelpon ibundanya yang berada di di kampung halaman. Rindu sang anak pun terobati dengan suara yang terdengar dari sang Ibu, begitupun sebaliknya. Itulah seyogianya yang harus dilakukan oleh seorang anak yang sedang menimba ilmu, ia tidak lupa dengan mereka yang berjuang mencarikan bekal hidup untuk studi anaknya. Obrolan itu berlangsung beberapa menit, dengan saling sapa, bertukar informasi tentang keadaan/situasi di daerah tempat tinggal masing-masing. 

Di sela-sela obrolan, sang anak bertanya kepada ibundanya, "Bu, tirakat apa yang sering ibu lakukan selama ini". Sang ibu pun menjawab "Ibu Puasa Senin Kamis nak", lalu si anak menyahut, "Sudah berapa lama ibu puasa Senin Kamis?", Ibu pun menimpali jawaban anaknya "Sejak kamu masuk masih di usia belia nak". Si anak pun kembali bertanya, "Lalu, apalagi Bu selain puasa Senin Kamis yang ibu tirakatkan?" Sang Ibu menjawab "Shalat Dhuha nak, 2 hal itu yang bisa ibu lakukan, agar Allah menjaga keluarga kita, khususnya kamu yang sedang berjuang menimba ilmu nak".

Mendengar ucapan ibunya tadi, sang anak pun terharu terhadap apa yang telah dilakukan oleh Ibundanya. Bahkan, dia sendiri belum tentu bisa seistiqomah atas apa yang sudah dikerjakan oleh Ibundanya. Sang anak pun merenungkan kembali ucapan ibundanya tadi bahwa selama ini yang menjaganya dari marabahaya, godaan sekelilingnya adalah doa'-doa' yang dipanjatkan oleh ibundanya, puasa Senin Kamis dan shalat yg 'dawaam' atau dilakukan secara terus menerus dan Istiqomah menjadi perisai dan pelindung buah hatinya saat jauh dari kampung halamannya. 

Banyak serpihan hikmah dan inspirasi yang terdapat dalam kisah tersebut; Kekuatan doa' dari orang tua, Pentingnya menjalin hubungan silaturahim meski jauh di tanah rantau, dan Istiqomah dalam berbuat kebaikan. Penting kiranya, sebagai pribadi Muslim kita beristiqamah dengan amalan yang selama ini menjadi habit dan kebiasaan kita walaupun itu sedikit. Rasullullah pernah menuturkan dalam sabdanya; “Ahabbul A’mali Ilallahi adwamuha wa in qalla.” Artinya, " Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus dilakukan walaupun sedikit."

Oleh itu, mari sahabat seiman dan sesyurga sekalian (khususnya yang sedang dalam perantauan menimba ilmu) untuk selalu menjalin 'shilah matinah' (hubungan yang kuat) dengan keluarga kita, khususnya orang tua yang tidak henti-hentinya mendoakan yang terbaik untuk kita. Wallahul musta'an

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, Dan Sistem Nilai (Resensi Buku Part 1)

In This Economy, Kelas Menengah Kebawah Gak Usah Sok-sok an Pergi Umroh!

Candu Game: Memusnahkan Waktu dan Menghilangkan Keberkahan Hidup