Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Pemuda Militan untuk Negara yang Berkemajuan

Gambar
Negara Republik Indonesia memiliki aset yang berharga yaitu pemuda. Aset ini akan menjadi tonggak kemajuan Indonesia di kancah internasional. Aset ini tidak hanya disimpan, namun juga diasah, dididik, dibina agar kedepannya menjadi pemuda yang militan untuk negara Indonesia yang berkemajuan. Di era globalisai ini, Indonesia membutuhkan kiprah pemuda untuk memimpin, menyalurkan aspirasi, solusi untuk menyelesaikan ketimpangan yang terjadi di negeri ini. Pemuda memiliki pengaruh besar dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara. Dulu, Presiden Soekarno mengatakan, berikan saya sepuluh pemuda, akan ku goncangkan dunia. ini bukan hanya sekedar semboyan, slogan, apalagi bualan. Ini adalah bentuk trust kepercayaan bahwa di tangan pemudalah tonggak kemajuan bangsa. bahkan Syaikh Mushthafa al-Ghalayaini dalam kitab ‘Izhatun Nasyi’in mengatakan, inna fi yadi al-syubban amral ummah wa fi iqdamihim hayataha. Terjamahan bebasanya, sesungguhnya seorang pemuda memiliki peranan ...

Agama dan Pancasila: Entitas Yang Tidak Bisa Dipisahkan

Gambar
Pada hari Rabu, 12 Februari lalu Bangsa Indonesia sedang diguncang oleh statement nyleneh   dari kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi. Dalam statement-nya yang dimuat di detik.com , dia mengatakan bahwa “Musuh utama Pancasila adalah Agama”. Pemikiran seperti merupakan pemikiran yang bias dan akan membahayakan bagi pemeluk semua gama di Indonesia. Padahal, dari dulu tidak ada statement yang muncul seperti ini kecuali yang keluar dari mulut Partai Komunis Indonesia (PKI). Tidak menyangka, bisa-bisanya mantan Rektor salah satu universitas Islam termuka bisa berargumen yang sangat kontroversial dalam beragama dan bernegara.   Dengan adannya peristiwa yang memilukan tersebut akhirnya banyak menuai kritik, baik dari para ulama ataupun dari para Cendekiwan Muslim di Indonesia. Salah satunya adalah dari MIUMI Pusat yang mengatakan bahwa “Pertanyaan Prof Yudian Wahyudi sangat membahayakan; tidak sesuai dengan nilai historis dan filosofis ...