Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Pahlawan Sejati: Berani Menyatakan Kebenaran Bukan Membenarkan Kenyataan

Gambar
     Di era disrupsi ini, penting kiranya bagi kita untuk merefleksikan nilai dan falsafah dari hari Pahlawan. Hal itu perlu kita tumbuhkan agar ruh perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan seorang pahlawan tidak tereduksi dari pikiran kita sebagai generasi harapan bangsa. Berbicara soal pahlawan, masing-masing dari individu mempunyai sudut pandang dan terminologi yang beragam dalam memaknai kata ‘Hero’ atau ‘Pahlawan’. Dalam Cambriage Dictionary ‘Hero’ diartikan “ A person who is admired for having done something very brave or having achieved something great. Sedangkan di dalam KBBI, yaitu “Orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani”. Oleh itu, seorang pahlawan adalah mereka yang memiliki keberanian, bermental pejuang, dan tidak getir dalam menghadapi arus serta tantangan zaman. Mengenang hari pahlawan, kita secara eksplisit diajak untuk menelusuri rekam dan jejak sejarah yang pernah diukir oleh orang-or...

Mengubur Ego Pribadi

Gambar
Setiap manusia pasti memiliki ego masing-masing yang terbentuk dari pola pikir yang ada di dalam dirinya. Ego juga termasuk sifat dan bawaan tiap individu yang mana tidak semua manusia bisa dengan mudah mengubah ego antara satu dengan yang lain. Kalau pun bisa, prosesnya gak sebentar, it’s need a long proccess . Sebagai makhluk sosial, kita sebagai makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini, harus pandai-pandai dalam beradaptasi, bersosialisai, dan berkomunikasi dengan kawan-kawan, bahkan dalam suatu komunitas atau organisasi yang kita naungi. Nah, pandai beradaptasi ini tidak lepas dengan yang namanya Ego yang ada di dalam diri kita. Ketika kita berada di dalam suatu komunitas atau organisasi, ego yang bercengkrama di dalam diri perlu kita kubur dalam-dalam. Lho kok bisa begitu?. Iya, karena jika ego itu dibiarkan berkeliaran bebas di dalam komunitas yang kita tekuni akan membawa petaka di kemudian hari. Bayangkan, jika masing-masing individu dalam komunitas itu tidak suka dengan agenda...

Sembilan Purnama di Negeri Seribu Cahaya

Gambar
Time flies so fast , ternyata sudah sembilan purnama berada di tanah perantauan. Sepertinya baru kemarin saya berangkat dari kampung halaman dengan diantar kedua orang tua di Stasiun Jember menuju Jakarta. Bukan hal yang mudah, melepas mereka di stasiun jember saat itu karena notobene anak semata wayang macam saya ini. Tapi karena sudah mendapat restu dari mereka untuk melanjutkan studi di negeri Ali Jinnah, saya putuskan untuk segera berangkat. Saat kereta yang saya tumpangi menuju jakarta sudah beranjak, satu pesan yang saya ingat dari Kyai Hasan “Nilai Akademik itu penting, tapi itu tidak cukup, imbangi dengan terjun ke organisasi, karaktermu akan terbentuk disitu”. Cukup terngiang di pikiran saya sampai saat ini, karena bukan hanya tutur kata dari kyai namun juga do’a. Selain itu, Beliau juga menuturkan “Jangan lupa untuk memperbanyak baca di perpustakaan, jangan hanya diam tanpa target”. Pesan yang terakhir menyiratkan bahwa sebagai seorang akademisi tidak boleh lepas dari memba...

Di Ujung Jalan Aku Kembali

Gambar
Di ujung jalan ku kembali ke pangkuan-Nya  Mengharap segala ampunan dari salah dan dosa yang kulakukan  Aku malu, Dia selalu beri nikmat dan karunia-Nya Namun, aku membalasnya dengan perbuatan yang dilarang oleh-Nya Di ujung jalan, akhirnya aku tersadar Bahwa Dia adalah jalan keluar dari masalah yang ku punya  Dia tidak pernah putus asa untuk menerima taubat seorang hamba Dialah tempat bersandar, di saat hati dan pikiran mulai memudar  Dia pengampun segala dosa, hingga tak bosan menerima taubat dari hamba-Nya  Dia tak pernah lelah, meski hambanya terkadang menyerah  Dia tak pernah putus asa, meski hambanya terkadang putus asa dengan rahmat-Nya  Dia memiliki ampunan yang tak terbatas, meski hambanya terkadang merasa tak pantas  untuk kembali mengharap ridlo dan ampunan-Nya  Di ujung jalan, aku akan kembali  Sebuah Ikhtiar seorang hamba yang tak ingin mengulang kesalahannya, lagi dan lagi  Di ujung jalan adalah saksi, bahwa seburuk-bu...

Jejak Langkah Menuju Katora lake: Antara Cinta, Perjuangan, dan Pengorbanan

Gambar
     Menjelajahi indahnya alam yang Allah ciptakan adalah salah satu hobiku sejak dulu. Karena aku lahir di kampung halaman yang menurutku cukup memiliki pemandangan indah; dekat dengan pegunungan, laut, dan pematang sawah yang membentang. Ini menandakan bahwa nikmat Allah begitu luas, mungkin yang baru bisa aku nikmati hanya secuil keindahan. Saat merantau mengenyam ilmu di negeri seribu cahaya, Pakistan, aku manfaatkan moment liburan kuliah untuk menjelajah alam di negeri ini. Keindahan alam yang kata banyak orang mirip dengan keindahan alam di benua eropa, khususnya dari sisi wisata pegunungan yang ada di negeri Bhaijan ini. Pada hari Senin (21/9) lalu, aku bersama 5 orang teman seperjuangan (Fahmi, Isal, Try, Rizki dan Ridhan) memutuskan untuk berangkat menuju tempat wisata yang sebelumnya sudah kita canangkan. Berawal dari obrolan ringan di sela-sela momen latihan Badminton di lapangan kampus, akhirnya membuahkan hasil untuk menjelajah alam di daerah utara Pakista...

Merdeka Sejak Dari Hati dan Urgensi Penanaman Akhlak Generasi Oleh Kalangan Akademisi

Gambar
Tinggal menghitung hari, kita semua akan merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-75. Bukan dengan sikap euforia yang tidak memberikan manfaat bagi bangsa, namun memberikan kontribusi nyata untuk memajukan bangsa dan memakmurkannya. Bicara mengenai kemerdekaan, kita selaku akademisi khususnya yang sedang menimba ilmu di dalam maupun di luar negeri harus bisa memaknai arti kata merdeka. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Merdeka artinya Bebas (dari penghambaan, penjajahan dan lain sebagainya) atau dapat berbuat sekehendak hatinya. Jika dalam diri kita, masih terkungkung dengan ketidakstabilan tujuan hidup, tanpa arah yang jelas, keegoisan, arogansi, tamak kekuasaan dsbg, Apa ini yang dinamakan merdeka?. Dalam konteks universal, kita melihat dengan kasat mata bahwa negeri kita sedang digerus oleh arus kolonialisasi terselubung oleh asing dan aseng, penjarahan sumber daya alam, hingga berimplikasi pada lemahnya di sektor ekonomi, pendidikan, dan bahkan terhadap hutang negara...

Perbaiki Niat Setiap Waktu

Gambar
     Kesalahan, kecorobahan, dan kebodohan de el el tidak jarang terjadi di dalam kehidupan kita. Hal itu terkadang memacu kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Melakukan suatu pekerjaan yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat bahkan pernah kita rasakan. Ya, itulah manusia. Terkadang punya perilaku baik, dan terkadang malah sebaliknya. Mungkin diri kita sendiri pernah merasa di titik ataupun zona yang sama sekali gak ada nilai positifnya, atau mungkin kita melakukan suatu pekerjaaan yang tidak ada manfaatnya untuk diri kita dan orang lain. Pernah gak sih kalian merasakan kondisi seperti ini?, Aku yakin hampir semua orang pernah. Tapi ingat satu hal bahwa kita masih ada chance atau kesempatan untuk menjadi pribadi yang positif dan produktif, bahkan orang sekeliling kita saja merasakan aura positif saat berkomunikasi dengan kita. Kalau kita merasa pernah terpuruk, hal yang wajib kita lakukan adalah instrospeksi diri, perbaiki niat ( Tajdidu al-niyyat )....

Memaknai Cinta Yang Sesungguhnya

Gambar
Dengan kata “Cinta”, seseorang mungkin sudah tidak asing lagi mendengar dan memaknainya. Khususya bagi mereka yang menginjak usia remaja. Karena masa atau usia saat remaja mereka lebih bisa merasakan getarannya di lini-lini kehidupan yang membersamainya. Bicara tentang cinta, menurutku kata ini masih umum. Cinta yang seperti apa dan bagaimana?. Most of people , saya yakin kalau mereka disuguhkan dengan kata cinta, yang terbenak dalam pikiran mereka adalah cinta terhadap seseorang yang selama ini dia kagumi, atau bahkan sudah jadi screat admirer -nya. Di kalangan remaja, Cinta itu timbul apabila ada hati dan perasaan yang mengantarkannya pada kekaguman terhadap seseorang. Dan seseorang yang dituju pastinya menjadi orang yang spesial dalam hidupnya, sampai-sampai antara keduanya menjalin hubungan yang disebut dengan pacaran. Kadang orang yang sedang pacaran tidak mau disebut pacaran, tapi kalau ada orang yang tanya, Jawabnya “kita cuman temenan aja kok” . Tapi nyatanya tidak seperti itu,...

Waspadalah Dengan Arus Liberalisme!

Gambar
Arus Liberalisme yang diusung oleh Barat semakin deras yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai Islam di kalangan masyarakat Muslim. Nilai-nilai Islam yang dulunya tegak, kini sudah digerogoti secara perlahan oleh budaya Barat. Anehnya, masyarakat muslim banyak yang tidak menyadari akan hal itu. Sehingga dengan mudahnya mereka terkontaminasi dengan budaya-budaya yang datang dari Barat yang terkenal dengan 3f, yaitu  fashion, food,  dan  film. Dalam hal  fashion , banyak sekali anak muda zaman sekarang yang mengenakan pakaian dengan tren ala Barat, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan, sampai aurat pun dipertontonkan di muka umum. Dengan anggapan bahwa tren pakaian ala Barat adalah merek kekinian dan popular. Tapi justru mereka terjebak oleh budaya yang semu. Akibatnya batas-batas aurat yang diajarkan Islam dilupakan begitu saja. Menurut Ustadz Fahmi Salim, selaku Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengatakan bahwa...

Maraknya Fanatisme Mazhab, Sikapi Dengan Bijak Dan Beradab

Gambar
Dewasa ini, kerap terjadi fanatisme madzhab di kalangan masyarakat yang  notabene nya tinggal di pedesaan. Hal ini ditandai dengan munculnya mayoritas Muslim pedesaan menolak ajaran madzhab-madzhab lain yang tidak mereka anut sebelumnya. Menurut penulis, di samping sistem pendidikan di pedesaan yang masih awam terhadap ajaran-ajaran agama Islam, problem tersebut dilatarbelakangi oleh sebagian pemuka agama atau da’i yang bertendensi terhadap satu mazhab tertentu dengan menggaungkan kepada jama’ahnya untuk tetap berpegang teguh pada mazhab yang menjadi qiblat mereka. Sehingga tidak mengherankan jika ditemukan sebagian mayoritas Muslim mudah menyalahkan mayoritas Muslim lain yang tidak sepemikiran dengannya. Melihat fenomena tersebut, kehadiran sosok da’i yang kompeten dalam bidang dirasah Islamiyyah, khususnya bidang  muqāranah al-mazāhib  sangat dibutuhkan, agar masalah khilafiyyah seperti ini bisa diselesaikan dengan baik serta tidak menimbulkan berbagai perti...

Sejuknya Udara Pagi di Kota Islamabad

Gambar
"Suasana pagi di kota Islamabad, Pakistan. Tampak dari kejauhan, Masjid Faisal yang menjadi ikon utama kota ini." Pagi saat ini begitu indah. Setelah sekian hari mata ini tidak menikmati pemandangan yang asri dan segar. Sejak kuhabiskan malamku untuk begadang guna kejar target tugas kuliah yang tak kunjung usang, lalu pagi kujadikan waktu rebahan. Saat ini memang benar-benar berbeda. Pemandangan sejuk, hijauannya pohon, kicauan burung selalu riang gembira menyambut waktu pagi, tanda dari awalnya kehidupan, dan awal dari dinamika kegiatan orang-orang yang tinggal di bumi. Pagi ini aku berada di rooftop asrama kampusku, pemandangan kota Islamabad terlihat jelas oleh mata. Kota ini sangat menawan, menyimpan beribu pesan bagi mereka yang yang menimba ilmu di kota ini. Kota yang dikelilingi dengan bukit margala yang tampah gagah dari kejauhan, menjadikan kota ini lebih indah dan sedap dipandang. Cahaya mentari pagi pun turut bahagia memberikan secercah sinarnya, karen...