Membuka Pintu Rezeki Dengan Sedekah




Allah berfirman dalam Surat An-Nisa Ayat 114 yang berbunyi:

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar."

Dari ayat tersebut diterangkan bahwa sedekah merupakan amalan terbaik yang hendaknya dilakukan oleh umat Islam. Karena di dalam sedekah ini Allah SWT akan membukakan pintu rezeki bagi mereka yang menyisihkan hartanya untuk bersedakah, khususnya kepada kaum duafa’, yaitu mereka-mereka yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Selain itu, melalui sedekah inilah Allah SWT akan memudahkan segala urusan kita, termasuk urusan yang sulit pun yang menurut ukuran manusia mustahil bisa terselesaikan. Di dalam sedekah, Allah SWT. akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang gemar bersedekah.
Allah berfirman di dalam surat al-An’am ayat 160 yang berbunyi:
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya”

Di saat melakukan sedekah, seyogyanya bagi seorang muslim untuk tidak perhitungan dalam memberikan sedekahnya kepada mereka yang kurang mampu, karena Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik, atau bahkan menggantinya dengan rezeki yang datangnya tidak di sangka-sangka arahya atau bisa disebut dengan istilah “min haitsu la yahtasib”. Rezeki yang dimaksud disini bukan hanya rezeki yang bentuknya materi, akan tetapi pada aspek immateri, misalnya, rezeki kesehatan, rezeki kesuksesan, rezeki kebahagiaan dalam keluarga, rezeki mendapatkan teman yang shalih, dan lain sebagainya.
Diberikan kebahagiaan dalam setiap lini kehidupan juga merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah SWT.

Berkaca dari sahabat Usman bin Affan yang selalu menyedekahkan dan menginfaqkan hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu serta membantu Rasulullah SAW dalam mendanai biaya peperangan pada zaman itu. Betapa mulianya sifat kedermawanan sahabat Usman yang gemar dalam bersedakah. Konon, harta Sayyidina Usman tidak pernah habis, karena semakin beliau memperbanyak sedekah, Allah SWT akan melipat gandakan hartanya. Dan bahkan, Tidak ada ceritanya orang yang bersedekah, kemudian bertambah miskin, akan tetapi Allah SWT akan menggantikannya dengan yang lebih baik.
Rasulllah saw bersabda di dalam hadist yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.  رواه مسلم وغيره

“Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).’” (HR. Muslim, no. 2588 dan imam-imam lainnya).

Hadist ini menjelaskan bahwa tidak akan berkurang harta seseorang apabila disisihkan untuk sedekah, akan tetapi Allah SWT akan menambahnya dengan nikmat dan karunia lebih besar, yaitu mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surat Saba’ ayat 39 yang berbunyi
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba’: 39).

Makna firman-Nya “Allah akan menggantinya” yaitu dengan keberkahan harta di dunia dan pahala yang besar di akhirat. Jadi  bukan hanya diganti dengan rezeki yang berbentuk materi akan tetapi lebih dari itu semua yaitu keberkahan hidup. Jika seseorang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, maka niscaya hidupnya akan selalu diwarnai dengan kebahagiaan dan keridhoan Allah SWT.
Maka dari itu, di sisa umur kita sekarang ini, hendaknya kita menyisihkan harta kita untuk bersedekah kepada kaum yang tidak mampu, agar Allah SWT. memberikan tambahan rahmat serta rezekiNya kepada kita semuanya. Amin…ya rabaal alamin









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, Dan Sistem Nilai (Resensi Buku Part 1)

In This Economy, Kelas Menengah Kebawah Gak Usah Sok-sok an Pergi Umroh!

Candu Game: Memusnahkan Waktu dan Menghilangkan Keberkahan Hidup