Degradasi Moral Spekulan dari Fenomena Krisis BBM di Jember
Di tengah krisis BBM di Jember pada 26 Juli
lalu, ada segelintir spekulan yang berusaha mengambil kesempatan untuk
melakukan manipulasi secara masif. Diantaranya melakukan penimbunan BBM, lalu
menjualnya dengan harga yang tidak masuk akal, 30 ribu rupiah per liter.
Akibat dari tindak kejahatan ini, antrian
Panjang di beberapa SPBU tidak cepat mereda meskipun sudah diikhtiarkan adannya
distribusi secara masif dari Pertamina wilayah Surabaya dan Malang. Tidak butuh
waktu lama, para spekulan atau tengkulak manipulatif langsung diringkus oleh
pihak berwajib, yaitu Polisi Polsek Bangsalsari.
Para pelaku tertangkap basah saat
memindahkan ratusan liter BBM dari tangki mobil dan sepeda motor ke jeriken.
Selain merugikan negara, Spekulan sering memicu kelangkaan dan antrean SPBU di
daerah Tapal Kuda ini.
Fenomena manusia-manusia rakus di
tengah krisisnya BBM ini menandakan bahwa Degradasi Moral masih menjamur di
negeri pertiwi. Berusaha meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa peduli
bahwa dampak dan resikonya akan
menumbuhkan bencana untuk orang-orang sekitar.
Para Spekulan BBM sampai mencaplok beberapa
SPBU wilayah Lumajang dan sekitarnya untuk bisa menjual kembali dagangannya di
Jember dengan harga yang tidak rasional. Masyarakat yang terdesak untuk
memenuhi kebutuhannya akan tetap membeli dengan harga berapapun, asalkan mobilitas
pekerjaanya dapat teratasi.
Bisa direnungkan jika yang membeli rakyat
miskin, yang mana untuk makan sehari-hari mengalami kesusahan, di waktu yang
sama ia juga berdagang dengan kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan hidup
keluarga dan anak-anaknya.
Di tengah maraknya krisis, masih ada
manusia-manusia yang hidup tanpa nurani. Mengeruk kepentingan dan keuntungan
(profit) pribadi dengan mengabaikan nilai-nilai keadilan dan etika sosial yang
harusnya dilindungi secara utuh.
Degradasi moral dari para Spekulan BBM tidak
lepas dari rekam jejak pendidikan yang mereka Jalani saat duduk di bangku
sekolah. Keterbatasan wawasan, minimnya nilai dan ajaran agama, serta miskinnya
etika menjadikan kejahatan ini terjadi.
Tentu, dalam konteks Islam bahwa pendidikan itu
mencetak manusia yang beradab. Ia mempu mengejawantahkan nilai-nilai pendidikan
melalui perilaku, cara berkomunikasi, bersosial, dan bahkan berbisnis dengan
jujur. Bukan melakukan penipuan atas dasar kepentingan pribadi, kelompok, dan
keluarga.
Jalan keluar dari menjamurnya degradasi moral
salah satunya adalah pendidikan. Pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan
yang layak, adil, dan merata di beberapa titik wilayah Nusantara, khususnya
wilayah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Sehingga masyarakat dapat
tercerahkan perilakunya, pikirannya, dan etikanya untuk bisa hidup menjadi
manusia yang bermoral di tengah krisis apapun yang melanda negeri ini.
Di tengah krisis BBM ini, ada yang lebih
mengerikan daripada kemiskinan secara materi, yaitu kemiskinan nurani yang
merebak di lingkungan masyarakat. Sehingga terjadi kejahatan terstruktur dan
masif para Spekulan BBM di tengah krisis yang melanda. Semoga Jember segera
pulih! Amiin.

Komentar
Posting Komentar