Percayalah, Wabah Ini Akan Segera Berakhir.
Saat ini jutaan manusia yang tinggal di bumi sedang digemparkan
oleh virus yang mewabah di seluruh penjuru wilayah. Virus ini dinamakan dengan Virus
Corona atau COVID-19 yang bisa menyerang melalui sistem pernapasan
manusia. Muncul di Kota Wuhan China pada Desember 2019 dengan prosentase
penyebaran yang begitu cepat, hingga bisa menyebabkan kematian.
Sampai detik ini, wabah COVID-19 sudah menjadi pandemi
global. Lebih dari 192 negara, wargannya terinfeksi bahkan semakin parah. untuk
mencegah tersebarnya virus ini beberapa akses jalan ditutup, warga disarankan
untuk tetap di stay di rumah, sekolah diliburkan, pekerjaaan ditunda sampai
beberapa pekan, bahkan bulan. Ekonomi lumpuh, rakyat mengeluh, pemerintah pun
juga ikut mengeluh karena beberapa sektor perdagangan pun juga rapuh.
Kepanikan dimana-mana, bahkan untuk bertemu dengan sanak saudara
saja juga tak bisa terlaksana. Orang kaya mengeluh karena usaha dan bisnihnya jatuh.
Orang miskin lebih mengeluh karena untuk yang dimakan esok hari saja tak lagi utuh (habis).
Apa yang dapat kita berbuat di masa masa krisis wabah semacam ini?
Marah, Menyalahkan Wuhan sebagai penyebar virus utama, atau bahkan Tuhan
yang tidak bisa berlaku adil sama hambaNya. Tidak, ini semuannya tidak ada
gunannya, bahkan kalau kita berpola pikir semacam ini, Tuhan akan lebih murka
dengan makhluk ciptaanNya.
Bangkit dari keterpurukan ini adalah solusi utama, mengikuti arahan
pemerintah untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai virus ini dengan
seksama. Ribuan pasien dirawat di rumah sakit, bahkan yang meninggal pun juga
tidak sedikit, beberapa perawat juga ikut tumbang karena terinveksi oleh pasien
yang tiap waktu berdatangan.
Perawat dan dokter mati-matian menangani pasien yang jumlahnya
ribuan, sementara rakyat tidak mau mendengarkan himbaun dari pemangku kebijakan,
malah beberapa ada yang kelayapan di tempat hiburan. Menganggap ini hal
sepele, akhrinya wabah bertambah. Rakyat panik, saling salahkan pemerintah,
saling salahkan keadaan yang tidak kian membaik namun bersikap bodoh amat
dengan himbaun resmi yang diedarkan.
Virus ini pun menyebar hingga daerah pedalaman, rasa panik pun kini
kian meningkat. Rakyat salahkan pemerintah, pemerintah salahkan rakyat, yang
kaya salahkan yang miskin karena yang katannya menimbulkan dampak
penyebaran. Dan yang miskin salahkan yang kaya karena tidak peka untuk membantu
mereka yang ekonominya kurang berkecukupan. Keadaan berbalik dari yang harusnya
bersama-bersama, bersinergi mencegah tapi malah gegabah, dari yang awalnya
waspada dengan penyebaran, malah saling menyalahkan hingga tak temukan solusi
yang mencerahkan.
Menyadarkan diri sendiri untuk bangkit adalah awal dari perubahan
dalam menghadapai wabah yang semakin menjarah ini, karena COVID-19
adalah musuh bersama. Egoisme dari masing-masing individu tidak bakal
menyelesaikan masalah, bahkan berpotensi untuk menambah masalah. Self motivation
harus segera dibangun, jika sudah muncul kesadaran untuk mencegah wabah ini,
kita ajak orang-orang sekeliling kita untuk tetap self protecting. Tidak
cukup hanya itu, keadaan ekonomi yang kian memburuk juga berdampak pada
kebutuhan pangan yang berkurang. Peran mereka yang punya harta lebih sangat
diharapkan, bukan malah menimbun barang sehingga tidak ada pemerataan. Lalu,
apa gunanya slogan, “Human is a social being” manusia adalah makhluk
sosial. Bukankah membantu sesasama adalah salah satu pekerjaan yang mulia. Seberapapun
yang didonasikan kepada mereka yang tidak berkucukupan akan menjadi tabungan
pahala dihadapan Tuhan.
Kita buka mata lebar lebar untuk melihat kondisi sekitar yang kian
memprihatikan, terutama mereka yang susah untuk mencari sesuap nasi. Ingat,
derita mereka juga derita kita semua, mereka saudara kita yang perlu dibantu
secara moril dan materil.
Mari berpikir positif dalam menghadapi wabah ini. Jangan begitu
panik, tapi harus tetap waspada terhadap penyebaran virus yang semakin
mengglobal. Tetep tanamkan rasa percaya diri, optimis, terus berikhtiar supaya
penguasa semesta Alam segera memulihkan. Percayalah, wabah ini akan segera
berakhir atas IzinNya.
Goresan Pena dari Negeri Seberang.
Islamabad, Kamis 2 April 2020

Komentar
Posting Komentar